Minggu, 10 Februari 2013

Seolah Bayangan yang Nyata

    Pagi ini aku benar-benar menikmati hari liburku, memakan sarapanku perlahan tidak seperti biasanya yang diburu waktu, tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara handphone disibelahku ternyata temanku dia memberitau ku untuk segera bersiap-siap karena ekskul kami akan mengadakan ordik (orientasi didik).
    sesampainya aku disekolah kami segera diajak ke Buperta Cibubur, sesampainya kami disana berjalan normal semuanya layaknya ordik" kebanyakan. Sampai akhirnya ada acara jerit malam, di pos yang pertama aku datangi ada 1 alumni yang terus menerus memaki aku ka Rahar namanya dia memaki tidak sesuai dengan tema saat itu, memang kebetulan aku sedang ada masalah dengan temannya dan akhirnya aku menangis bukan cara dia bicara yang membuat aku nangis tapi apa yang dia bahas ditambah penyakitku yang mulai kambuh semakin membuat pikiranku kacau akhirnya acara itu selesai. Dan pagi ini kami sarapan semua senior memanggil kami satu per satu karena satu senior menyuapi 1 junior sampai akhirnya tinggal aku dan temanku yang belum disuapin, lalu ka Rahar memilih aku untuk disuapin bener" kaget aku saat dia menunjuk aku, sampai akhirnya acara ordik itu selesai, saat penutupan acara ada pemasangan emblem dan sekali lagi ka Rahar memilih aku untuk dipasangkan emblem, dan itu berarti dia akan memantau sikap aku selama 1tahun. Takut sekali aku rasanya diotakku hanya berfikir bagaimana aku bisa bertahan dipantau dengan orang yang benci aku, pikiranku melayang" berangan seandainya kakak kandungku masih hidup pasti dia bela aku.
   Setelah 3bulan aku dipantau hubungan kami sudah mulai baik, tidak yang seperti aku bayangkan. Beberapa hari lagi dia akan ospek di kampusnya malam itu dia menghubungi ku, dia minta aku mengantarnya mencari perlengkapan ospek akhirnya aku menemaninya, dari mencari al quran sampai aqua bermerk VIT.
   Hubungan kami semakin baik aku sudah tidak begitu takut lagi dengan ka Rahar sampai akhirnya angkatan ku mengadakan temu kangen Alumni karena kami ingin mengadakan event, karena aku ketua panitia event itu ka Rahar jadi ikut ambil andil karena dia masi kakak pantau ku, aku merasa tidak enak karena pada saat acara itu dimulai ka Rahar juga ada acara dikampusnya tapi dia rela dateng untuk membantu acara kami.
   Akhirnya event yang kami rencanakan berjalan cukup lancar, walaupun ka Rahar ada jadwal kuliah dia tetap menyempatkan waktu untuk membantu kami sampai memesan piala juga.
   Beberapa bulan setalah acara itu selesai penyakitku makin parah aku dirawat dirumah sakit 3bulan lebih, tapi ka Rahar tetap memberi aku support agar tetap kuat, dia meyakinkan aku baggwa aku kuat, aku pasti bisa lewati semua. Sampai akhirnya saat kenaikan kelas aku memutuskan untuk pindah keluar kota, saat itu aku benar" rapuh aku putus asa aku mengira semuanya telah selesai saat itu.
   Hari pertamaku di sekolah baru benar" membuatku semakin letih mereka tidak welcome terhadap ke hadiranku, bingung aku rasanya sampai hp ku bergetar ada 1 pesan ya itu bbm dari ka Rahar dia cuma bilang "semangat ya disekolah baru, ade gue pasti bisa" tanpa sadar air di ekor mata ku mengalir, entah apa yang ingin ku sampaikan, aku benar" bahagia saat ka Rahar menganggap adenya.
   kali ini aku terdampar kembali di rumah sakit entah ini jarum keberapa yg masuk kedalam tubuhku, aku benar" lelah aku mengeluh ke ka Rahar dia marah saat aku menyerah dia bales " jangan ngaku ade gue kalo gini aja lw lemah, ade gue kuat ga kaya gini, jangan hubungin gue lg kalo lw masi kaya gini". Aku benar" sedih entah aku harus berkata apa lagi aku binggung. 1 keinginanku saat itu membahagiakan seorang kakak yang aku impikan sejak aku kecil, bayangan seorang kakak itu sekarang ada didepanku tepat di depan mataku, bodoh rasanya kalau aku kecewakan dia. Tiap hari aku menjadi lebih tegar aku tahan semua rasa sakit, sampai akhirnya saat liburan aku ketemu ka Rahar, aku ga bisa ngomong apa" aku hanya bisa menahan tangis.
   Sekarang perjuanganku udah hampir selesai sebentar lagi aku pulang aku bisa ketemu sama ka Rahar, tanpa ada ka Rahar mungkin aku ga akan bisa kuat seperti ini.