Kamis, 12 Maret 2015

Pria ku

Entah rasa syukur bagaimana lagi yang dapat aku ucapkan kepadaMu ya Allah, entah nikmatmu mana lagi yang bisa aku dustai.... Terimakasih Allah Engkau sungguh Maha Pengasih, ditengah sakitku yang setiap hari semakin terasa berat untuk menjalani aktivitasku saat itu juga Kau mengabulkan segala pintaku selama ini, entah sudah berapa bulan lamanya aku merasa jauh dengan priaku aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya walaupun kami selalu bertukar pesan setiap harinya. Aku merasa kosong bakhan sempat terlintas untuk mengakhiri hubungan ini saja, karna bagiku kami sudah sangat jauh mungkin dengan jarak yang sangat sulit untuk bertemu pada satu titik. Hampir setiap hari rasanya aku mengeluh dan menangis padaMu, mungkin aku bukan orang yang sangat taat agamanya tapi entah sudah berapa banyak namanya aku sebut dalam setiap sujudku aku selalu memohon agar hubungan kami kembali seperti dulu cukup aku dan dia disini tanpa ada yang lain lagi. aku merasakan setiap perubahannya beberapa bulan ini tapi aku bisa apa sealin berdoa dan memohon padaMU ya Allah? aku sadar akan diriku, akan kekurangan dan kerbatasaanku. sampai akhirnya Engkau mengabulkan segala pintaku. Semakin hari semuanya berangsur membaik, kami mulai memperbaiki segala yang rusak seperti kata orang dahulu "saat kami merusak sesuatu kami akan memperbaikinya, bukan mencari yang baru" sekarang kami belajar untuk memperbaiki kesalahan satu sama lain, saling mengingatkan dan memahami kekurangan pasangan. banyak komitmen yang kami buat awalnya memang terasa berat tapi sesuatu yang baik berawal dari kebiasaan yang baik kami percaya itu. Akhir-akhir ini keadaanku semain memburuk dalam 1 bulan aku bisa keluar masuk rumah sakit 2 sampi 4kali, tapi sekali lagi entah bagaimana caraku berterimakasih kepadaMu ya Allah... akhir-akhir ini pria ku rela untuk bolak balik Bogor-jakarta hanya untuk menemaniku dirumah sakit, mambantuku sekedar untuk duduk, membantuku untuk minum-makan, bahkan kekamar mandi. dengan setia dia menghapus air mataku dan melakukan hal apapun agar aku bisa tersenyum, tidak pernah berhenti terlontar dari bibirnya "aku sayang kamu" mungkin hal biasa untuk kebanyakkan orang tapi aku sangat bahagia karna dulu ku jarang mendengar kata-kata itu. Terimakasih yaAllah atas semuanya, sekarang hanya ada aku dan dia dihubungan ini semoga semakin baik dan komitmen kedepannya. Amin

Sabtu, 10 Januari 2015

perjalanan panjang

januari ku memang tidak pernah indah untuk 4 tahun belakangan ini aku wanita lemah dan penyakitan. tapi aku pernah bahagia 4januari kemarin. terimakasih Agung Permadi, sebelum dokter memvonis ku 9 januari kemarin kamu membuat aku sangat bahagia lebih dari apapun :) sekarang aku hancur lebih dari apapun tapi setidaknya ada yang aku simpan dalam otakku tentang sebuah kebahagiaan iya hanya kamu yang buat :) aku menerima semua takdir yang Allah berikan sekarang :) setiap aku kesakitan dan menangis menahan sakit dan setiap obat yang masuk aku hanya mengingat betapa bahagianya aku hari itu. aku bisa tersenyum sambil menangis setiap mengingatnya terimakasih:)

Minggu, 04 Januari 2015

Hari Minggu Pertama 2015

Entah ucapan syukur bagaimana lagi yang bisa aku ucapkan untuk hari ini hari minggu pertama ku di 2015. Trimakasih Allah atas apa yang Kau berikan hari ini aku sangat bahagia benar" bahagia hari ini, bahkan aku tidak akan melupakan hari ini sampai kapanpun sampai bahkan sampai Engkau memanggilku untuk MenghadapMu.
Aku bahagia hari ini ya Allah senyumku hari ini bisa sangat sempurna aku bisa berjalan melenggang seperti orang yang tidak pernah mendapat vonis akan sebuah penyakit, hari ini aku jalan didepan umum sambil membusungkan dada ku seolah aku ingin menunjukkan pada semuanya aku yang paling bahagia di tempat itu. Aku bahagia berjalan disana aku berdiri tepat disamping pria yang aku sayang kami berjalan seraya tersenyum melangkahkan kaki dengan bahagianya.
Aku bahagia saat dia menatapku dengan dalam, merangkulku dengan lembut, menggandengku dengan senyum.... Ya Allah aku mencintainya aku bahagia atas hari ini ya Allah, andainya Engkau ingin mencabut nyawa-ku sekarang aku ikhlas ya Allah. Terimakasih Allah atas kasih dan karuniaMu yang tidak pernah habis untukku. terimakasih untuk segala penyertaanMu terimakasih untuk kekuatan yang Kau limpahkan dan terimakasih untuk hari ini Ya Allah... aku mengasihi nya aku menyayanginya izinkan aku selalu melihat senyumnya bahkan saat nanti nafas terakhir ku berhembus.