Jumat, 12 Oktober 2012

Serapuh Kayu Ditengah Ombak

Pagi ini aku duduk didepan meja riasku, aku memandangi wajahku yang semakin hari semakin pucat, melihat rambutku yang semakin rontok karena obat"an itu, melihat gigi ku yang menguning karena antibotik yang ku minum. seakan aku lelah menghadapinya bagaimana aku tak lelah? aku masih kecil umurkupun baru 17tahun tapi kenapa Tuhan aku harus mereasakan semua ini, merasakan sakitnya saat tubuhku dimasukkan suntikkanini setiap 2jam sekali 3 ampul kecil dan 1 ampul besar masuk-menyelusuri setiap inci tubuh lemahku, aku lelah Tuhan, tapi apa? aku hanya bisa menjerit dalam hatiku.
Tak terasa jam dindingku sudah menunjukan jam 06.05 pagi, ya hari ini aku harus berangkat sekolah ini hari pertamaku disekolah baruku aku ingin segera sampai dan duduk di kelas baruku, tapi ini apa lagi Tuhan ku apa lagi ini! Darah terus membasahi rok putihku entah ini apalagi namanya Tuhan.
   Okay Tuhan hari ini aku gagal masuk sekolah, aku tau aku rapuh tapi apa aku harus seperti ini terus Tuhan? Hemoglobin ku semakin menurun trombosit ku semakin bertambah lambungku masih luka besar belum lagi ginjalku yang mulai rusak karna obat-obatan ini. Aku sudah sangat lelah Tuhan benar-benar lelah. Aku malu harus kembali kerumah sakit ini lagi jaunari aku 1minggu disini, april-mei aku 27 hari disini mei-juli aku 61hari aku disini, dan pagi suster metty membuka gorden bangsal ku "pagi dek fitri suster rapihin dulu ya bed nya, oia dek nanti siang kita kerumah sakit koja ya kamu mau diambil tidakkan" kata suster metty sambil mengganti sepraiku, "jangan sekarang kek sus temen-temen sama guruku mau kesini sus, masa akunya ga ada" kataku, "yaudah dek tunggu ya suster tanya sama suster ester dulu, kamu jangan lupa banyak minum ya dek biar lambung sama ginjalnya ga lengket lagi" kata suster metty sambil menuntunku ke bed ku, "iya sus makasi sus" aku sambil membereskan selimutku. sekolahku rasanya pindah ke bangsal ini semua dirumah sakit ini kenal aku dari OB, Suster Pengawas, Suster rungan, Dokter Jaga, Dokter Ruangan, apalagi 4 dokter yang menganiku. Aku terlalu sakit disini entah berapa uang yang ayah ku keluarkan untuk penyakit ini, kali ini suster novi yang menghampiriku "fit, jangan ditunda-tunda ya dek endoscopy nya nanti tambah parah loh" kata suster novi sambil mengganti infus ku "tapikan sus aku males naik ambulance sih, naik mobil aja sih sus" kataku memelas "gabisa dek nanti kamu tuh harus tiduran" suster novi masih membenarkan infusku. 2jam kemudian suster novi, suster ivana dan suster ester menghampiri aku, "dek, EKG dulu yuk persiapan bentar lg brangkat" "iya sus" kataku menahan tangis.
   rumah sakit koja, ya aku sampai disini aku diatas kursi roda menatap kosong pada koridor ini entah apa yang akan terjadi nanti setelah endoscopy, sekarang semua proses sudah selesai, aku kembali ke rumah sakit dengan sedikit bius yang masih tersisa. entah aku harus sekuat apalagi sekarang ini belum lagi vonis dokter internis ku, benar-benar lelah aku. Aku pun masih punya impian aku masih mempunyai mimpi.
entah sampai kapan aku harus terjebak dalam penyakitku ini aku sangat lelah. Semoga tidak ada fitri fitri lain diluar sana

Sabtu, 06 Oktober 2012

BIBADARI DUNIAKU


          Tangisku tak pernah berhenti tiap harinya, seolah” aku adalah orang yang hidupnya paling tersiksa karena penyakit ini, setiap aku ingat sakit ini dan aku merasakannya menyakiti tubuhku aku menangis aku mengeluh aku merintih, “sakit Tuhan” dalam hatiku berteriak tapi aku bisa apa ketika aku sudah terbaring diatas pembaringan, persiapan oprasikupun sudah semuanya disapkan. Aku menanggis akuhanya sendiri diruangan itu tak ada siapapun didalam ruangan itu aku mengelu aku memaki Tuhan-ku seolah aku yang paling tersiksa, seolah hanya aku yang diberi cobaan, saat aku masuk ruang oprasi aku merasa waktu ku sudah habis, aku merasa sudah selesai semuanya.
            Mana sahabatku? Mana teman”ku? Mana semuanya? Mereka tidak datang ke sini  mereka mana? Aku ingin bercerita pada mereka bahwa aku kesakitan bahwa aku lelah, dimana kalian? Mana janji kalian yang akan selalu menemani aku? Tapi nyatnya apa? Kalian tak ada yang datang, hanya Tuhan yang ada disini disamping tempat tidurku hanya Tuhan yang menemaniku oprasi. Sedangkan kalian? Ya kalian bersenang” dengan kehidupan kalian! Kalian tak mautau akan keadaanku saat ini, pagi ini aku mendengar cerita tentang seorang gadis pederita Kanker Otak dan Lupus aku mendengar betapa kuatnya dia melawan semua penyakit itu, aku pun tgerdiam dan berfikir sakitku tak ada ¼ nya dari sakit yang dia terita, tapi kena aku selalu mengelu? Kena aku selalu menangis? aku iri meliat ketangguhannya aku iri melihat kekuatan yang dia punya ya benar, bagiku dia bidadari di dunia nyata dia bukan bidadari dari negri” dongeng yang hudup hana diotaku, tapi aku sekarang melihat bidadari itu aku melihat sendiri bagaimana dia melawan penyakitnya aku melihat bagaimana dia bertahan untuk tetap hidu[, bahkan diaat terjatuhnya dia ditinggalkan sahabat”nya toh itu sama seperti aku tapi kalau dibandingkan dengan penyakit yang dia derita tentu penyakitku tak ada apa”nya, tapi apa buktinya? Dita tetap bissa bangkit disaat jatuh seperti itu, benar” bnidadari yang sempurna dirimu gadis cantik.
            Pagi ini aku dengar penyakit dia bertambah, ya gagal ginjal menjadi teman baru dihidupnya aku tak habis fikir bagaimana tubuh mingilnya bisa menahan semua rasa sakit itu, berkantung” darah dia terima dari pada pendonor untuk tetap berthan hidup, tapi dia hanya mengeluh kecil dia tidak pernah mau dikasihani bahkan disaat sakitnya dia selalu mau menolong oaring” disekitarnya dia tidak pernah mengeluh sakit, saat sakit itu datang, dia hanya terdiam disuatu sudut dan hanya diam dan diam, tak pernah aku dengar keluhan dari bibir mungilnya kau hebat bidadari kecilku.
            Hari ini ulang tahun ku ke-17, aku senang ketika melihat dia datang dia bilang kalo dia mau jadi MC, aku kaget aku senang tapi aku tak tega melihatnya untuk menjadi MC dengan keadaanya yang sakit aku takut, ya aku takut dia kenapa” aku takut dia anfal lagi aku takut kehilangan bidadari ku tapi dia bilang “aku mau, aggap ini hadiah dariiku” akhirnya aku mengizinkan dia untuk mengisi acara itu, aku sedih aku senang juga melihat dia tersenyum walaupun itu dalam sakit.
            Dan bulan ini kami sama” kembali kerumah sakit kami kembali terdampar ditempat ini aku putus asa aku tak tau aku harus apa, tapi dia selalu memberiku semangat dia menjanjikannku kesembuhan milik kami, 2bulan kami dirumah sakit 2bulan kami tidak sekolah, tapi dia yang mempunyai penyakit lebih patrah tapi dia juga yang paling kuat, benar” bidadari kau cantik, diaat dirimu susah tapi kamu selalu ingin membatu sekelilingmu, walaupun kamu sedang menahan sakit tapi kamu tidak mau sekelilingmu merasakan sakit yang kau rasa. Kau hebat cantik apa yang membuatmu kuat? Kamu terlalu tangguh untuk seoang wanita seumurku.
Besok malam oprasimu pun akan dilaksanakan, ya, oprasi kankermu, aku taktau apa yang kau fikirkan untuk bisa mengambil keputusan oprasi, aku takut aku takut oprasimu gagal, aku takut bidadariku meninggalkan aku, aku takut menghadapi hidup tanpa cermin darimu, malam ini aku menangis aku benar benar takut, banyak yang bilangv oprasi kanker otak itu kemungkinan berhasil hanya 25% apalagi dengan komplikasi”mu bidadari tapi kamu tetap ingin melanjutkannya aku tau salah satu alasaanmu untuk sembuh, karena kamu takmau blagi dipandang sebelah matakan dengan teman”mu aku mengerti canti, aku tau itu juga alasanmu untuk sembuh, mala mini kamu membuktikan bahwa kamu bisa kamu kuat dan kamu sangat tangguh, sekarang oprasimu berhasil dan kesembuhan milikmu bidabdari duniaku, suatu saat aku akan sembuh sepertimu cantik :’)

Sabtu, 08 September 2012

Kau Tinggalkan ku Dalam rapuh


Lihat air mata dipipiku ini yang belum kering benar karena sakit dari penyakit yang aku derita, dan siang ini aku harus merasakan sakit lagi karena kamu meninggalkan aku dengan mendadakan aku tak mengerti betul dengan alasanmu meninggalkan ku, malam kemarin aku masih mendapakan telepon darimu aku masih bisa mendengarmu memanggil ku sayang, tapi siang ini? kamu meninggalkanku, siang ini juga kamu mengantarku pulang kerumah sepanjang perjalanan aku tak ingin melepaskan tubuhmu dari pelukanku rasanya aku ingin mengatakan "tolong jangan tinggalin aku, aku sayang kamu aku butuh kamu sayang" tapi bibirku tak mampu untuk mengatakan semua itu, hanya tangisku yang mampu mengatakan bahwa aku sayang kamu, aku tak ingin kamu meninggalkan aku.
sesampainya dirumah kamu pun langsung meningglakan aku tidak berkata sepatah pun, seraya aku masuk kedalam kamarku, hatiku tak bernah berhenti memaki Tuhan aku selalu berkata "Tuhan kenapa dia tinggalkan aku saat aku sakit? saat aku terpuruk saat penyakit ini semakin menggerogoti tubuhku, kenapa Tuhan? katanya Engkau sayang aku, tetapi kenapa kau biarkan dia pergi dari hidupku?" semua pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan air mata yang tak bisa berhenti dari ekor mata ku, aku ingin kuat aku ingin bertahan tetapi kenapa keadaan memaksaku untuk menyerah? sakit hatiku ketika mengingat dia berkata "kamu hanya wanita berpenyakit, tak pantas lah kamu memintaku untuk selalu bersamamu, atau kemu hanya berpura-pra untuk mendapat perhatianku?" sakit hatiku mendengarnya tak sedikitpun aku befikir untuk seperti itu, aku tulus mencintainya Tuhan.
Kini aku tahu apa alasan dia meninggalkan aku, ada wanita lain yang sangat didambanya, wanita beparas cantik dan berambut panjang, aku tahu iu salah satu alasanmu mengapa meninggalkanku, aku tahu aku tak secantik dia, aku pun tahu dia jauh lebih pintar dan sederajat denganmu, aku tahu aku hanya wanita yang memang tak layak untukmu.
Tapi apa kamu tahu jika wanita itu tidak setulus aku, apa kamu juga tahu bahwa wanita itu hanya menginginkan hartamu? aku tahu kau menyukai wanita itu dengan tulus, tetapi sebenarnya wanita itu tidak pernah tulus mencintaimu apa kamu sadar itu? lihat aku, walaupun aku lemah aku selalu tulus mencintaimu, tak pernah sedikitpun aku mengeluhkan apa yang kau lakukan padaku, bahkan saat kamu menginginkan kita berpisah aku masih sempat menganggap bahwa itu salah satu caramu mencintaiku, sampai akhirnya aku tahu kau meninggalkanku karena wanita itu sakit hatiku, tak percaya rasanya melihat semua krnyataan ini.
Siapa yang memberikan nomer handpone ku padanya? Siapa? Mengapa orang itu memberikan? Siapa? Siapa yang memberikan, hatiku tak pernah berhenti bertanya, sakit rasanya saat dia meminta izin padaku untuk menerima cintamu, aku tak bisa menjawab saat itu, butuh beberapa hari untuk tanganku bisa mengetik pesan untuknya aku hanya bisa menjawab “iya sihkan saja jika kamu ingin menjalin hubungan dengannya, tapi kamu harus tau aku sangat mencintainya, aku hanya ingin melihat dia bahagia dengan orang yang dia pilih, dan aku tau itu kamu, tolonmg sayngi dia setulus dia menyayangimu” dengan ragu aku mengirim pesan itu,
sampai akhirnya aku gagal mengikuti suatu Ajang karena sebelum kompetisi tersebut dia memaki-maki aku karena wanita itu menolak cintanya, saat wanita itu menolak cintanya dia beralasan aku yang melarangnya untuk menerimanya, padahal aku sangat mendukung mereka, karna yang aku mau hanya melihat orang yang aku cintai bahagia, selama aku mengikuti kompetisi itu hatiku selalu sedih karena mengingat apa yang dia katakan. Untuk membuktikan bahwa aku tidak lemah aku akan melakukan apapun untuknya.
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk operasi untuk mengangkat penyakit yang aku derita, sejujurnya aku takut operasi aku takut jika tubuhku meninggalkan bekas, tapi tak mau aku dianggpnya lemah, sampai akhirnya aku pergi kesuatu kota untuk operasi, tidak nyaman hatiku aku takut aku gelisah, tetapi aku juga ingin membuktikan bahwa aku tidak ingin dikasihani dengan siapapun aku memang sayang dia tetapi aku tidak bisa terus menerus mendengan cercaannya untukku, akhirnya operasiku lancar dan aku dapat membuktikan padanya bahwa aku tidak pernah mau hidup dari belaskasihannya