Sabtu, 29 November 2014

hujan

aku pernah bahagia menikmati hujan, ditempat itu aku melihat rintik hujan malam itu sangat indah dengan aroma khas hujan. Karena waktu yang kurang bersahabat yang memaksa kami meninggalkan tempat itu akhirnya kami beranjak pergi sampai di tengah jalan hujan semakin deras membuat kami berteduh sejenak di sebuah toko bunga dan akhirnya melanjutkan perjalanan kami.
andai Tuhan-ku masih memberi kesempatan aku ingin menikmati tiap rintik hujan itu dengan mu.
semoga

Jumat, 14 November 2014

Senyap

Hari itu untuk kesekian kalinya aku bertemu lagi dengan pemilik senyum itu pemilik senyum yang hanya bisa aku kagumi dari jauh mungkin sangat jauh tanpa aku tahu lagi seberapa jauh lagi aku harus melihatnya tanpa dia perlu tahu, aku sudah melihatnya dari tadi bahkan saat aku sampai disana tapi aku masih diam berharap tidak satu orangpun menyadari tentang pengintaianku itu. kadang-kadang aku mencuri-curi pandang untuk bisa melihatnya walau hanya dari ekor mataku sampai tanpa aku sadar banyak yang menyadari tentang tatapanku itu.
Acara pokok sudah selsai semua peserta dan petugas upacara mulai membubarkan diri saling menegur, menyapa bahkan saling berbincang-bincang. tidak lama saat aku sedang asik ngobrol dengan teman-temanku aku melihat pemilik senyum itu berjalan ke arahku bersama teman-temannya, saat papasan sekejap aku menjadi gagu entah bibirku sudah tidak bisa banyak bicara sampai akhirnya dia menegurku "syafitri ya? blablabla" dan akhirnya hari itu berakhir begitu saja tanpa ada yang spesial.
Setelah berapa lama kami tidak pernah bertemu lagi akhirnya hari ini kami bertemu lagi masih dalam kesempatan yang sama-formal kali ini aku lebih banyak kesempatan untuk melihat pemilik senyum itu. sampai akhirnya acara malam itu selsai tapi diacara itu ada seorang temanku yang meminta kontaknya sampai akhirnya kami bisa berkomunikasi sampai saat ini. entah masi harus dalam diam atau tidak aku bisa terus melihat pemilik senyum itu.
Bukankah kesabaran akan berbuah manis? apakah senyapku bisa berbuah senyumku?
semoga.... Semoga senyum itu bisa dan tetap menjadi milikku :)

Senin, 10 November 2014

Ketika Senyum

Aku bukan orang yang pandai bersandiwara bukan juga orang yang banyak teriak ketika aku tertekan bukan pula orang yang mampu berdiri ditengah angin kencang.
Tapi saat aku mulai tumbuh menjadi gadis remaja aku mulai belajar untuk bersandiwara, aku mulai berusaha menyesuaikan diriku dengan sekitarku berusaha ada diposisi ternyaman mereka saat di dekatku bukan lagi posisi ternyamanku saat dekat mereka. saat dimana aku harus berpura" bodoh bahkan dengan menyiksa diriku sendiri agar mereka-siapaun saja bisa tersenyum saat didekatku.
Tapi apa mereka pernah tau aku yang selalu ceria selalu tertawa dan selalu terlihat baik-baik saja ini mempunyai gejolak sendiri yang susah untuk aku ungkapkan, karena mereka bahkan kalian sering mendengar sebelah telinga tentang keluh kesahku tentang apa yang aku rasakan saat itu. setidaknya aku berterimakasih pada mereka bahkan kalian yang dekat atau sekilas mengenalku, kalian mengajarkan aku untuk tetap terlihat baik-baik saja walaupun dalam keadaan seburuk apapun.
terimakasih keluaraga, saudara, sahabat, teman, dan semua yang mengenalku :)

101114

Sabtu, 08 November 2014

Psikologi Satu Satu Psikologi Psikologi Untuk Psikologi

Mereka adalah keluarga kecilku, ada tempat khusus untuk mereka di hatiku di otakku dan dihidupku. keluaraga yang selalu mengajarkan aku tentang bagaimana pentingnya keterbukaan tanpa harus malu dengan kekuranganku, mengajarkan aku tentang bagaimana aku bisa tetap berdiri dengan keadaan terburuku, menuntun aku saat aku jatuh dan menggendongku saat aku sudah tidak bisa berdiri.
mereka mengajarkan aku bagaimana aku harus biasa untuk bisa harus bangkit untuk maju dan untuk selalu berharap untuk sembuh.
mereka lebih dari apapun mereka membuat aku berharap dalam setiap keterpurukan.
TERIMAKASIH PSIKOLOGI JAYABAYA

sama

entah ini untuk keberapa kali aku jatuh terkapar diantra orang banyak, entah apa yang terjadi malam itu dan itu membuat aku sangat jatuh sangat rapuh dan sangat malu.
tapi bisa apa aku dalam posisi itu? aku hanya bisa diam hatiku malu hatiku tercabik tapi bisa apa aku? untuk mengangkat kepala pun aku sudah tidak mampu untuk mengeluarkan suara saja seperti tertarik semua organ dalam tubuhku.
aku tidak pernah seperti kalian yang selalu bisa ceria dan melakukan aktifitas tanpa hambatan, tapi setidaknya aku bisa berusaha untuk terlihat baik-baik saja bahkan lebih baik-baik saja dari kalian.
kesehatan impianku semoga aku bisa seperti kalian :)

Tatapan Tajam dan Senyum Itu

Tidak banyak yang tau tentang cerita ini tentang bagaimana aku jatuh cinta pada seorang pria, pria yang membuatku bisa tersenyum bahkan tanpa dia berkata sepatah katapun hanya dengan tatapannya hanya dengan senyumnya bisa membuat aku tersenyum sipu hal yang jarang terjadi saat aku bertemu dengan kebanyakan pria. pria yang bisa membuatku nyaman walaupun dengan insentitas pertemuan yang bisa dikatakan sangat jarang bertemu.
tapi aku sering terlalu takut kehilangan tatapan dan senyum yang selalu bisa membuatku tersipu, karena terlalu banyak yang mengagumi dan ingin memiliki tatapan itu tapi aku ingin senyum dan tatapan itu hanya milikku. mungkin terlihat egois dan mungkin mustahil karena wanita" itu jauh lebih pantas dibanding aku.
semoga...